Perbedaan Obligasi, Saham dan Reksadana

Perbedaan Obligasi, Saham dan Reksadana

Pasar modal mempunyai definisi untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada produk keuangan. Perlu kita ketahui dalam Dunia Pasar Modal ada beberapa macam diantaranya adalah saham, reksadana dan obligasi. Masing-masing memiliki karakteristik dan level resiko yang berbeda, dapat disesuaikan dengan kita sendiri mau memilih investasi di instrument yang mana.


Dalam berinvestasi tentu sebelum memilih mau investasi dimana harus mempertimbangkan tingkat resiko yang akan kita ambil , jika ingin hasil atau return yang besar tentu juga disandingkan dengan resiko yang besar pula. Nah kali ini akan kita bahas mengenai perbedaan dan karakteristik antara Saham, Obligasi, dan Reksadana manakah yang paling menguntungkan dan yang paling aman dari resiko.

Saham

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan Membeli saham berarti anda telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen. Selengkapnya anda dapat membaca artikel mengenai Apa Itu Saham.

Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Dibandingkan dengan saham resiko di investasi obligasi lebih rendah.
Jenis-jenis obligasi pada umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Obligasi Pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI.
  2. Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Badan Usaha yang ada di Indonesia baik BUMN maupun lainnya. Sama layaknya obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah.
  3. Obligasi Ritel, yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau Sukuk Ritel.

Reksadana

Secara Umum, reksadana dapat diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh seorang atau korporasi manajer investasi. Dengan demikian, dana yang ada dalam reksadana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut. Dengan berinvestasi ke Reksadana berarti anda menyerahkan dana sepenuhnya ke manajer investasi dengan kesepakatan tertentu.

Keuntungan dari berinvestasi di reksadana adalah tidak perlu modal yang besar untuk memulai berinvestasi, sudah banyak manajer investasi yang menerima investasi dengasn modal kecil. Ada beberapa bahkan dengan minimal mulai dari 20.000, dalam artian melalui reksadana investor awam dapat ikut merasakan manisnya keuntungan berinvestasi di pasar modal.
Secara Umum Reksadana Dibagi menjadi 4 yaitu sebagai berikut :

Reksadana Pasar Uang.

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Sebagai contoh adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya. Resiko Investasi Reksadana Pasar Uang relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari seluruh dana investasi kedalam bentuk efek utang atau obligasi.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang beragam sesuai dengan keputusan dari manager investasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi.

Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi.

Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari dana investasi dalam bentuk saham sesuai dengan manager investasi.

Biasanya Reksadana saham digunakan untuk investasi dalam jangka panjang. Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang namun tentu potensi tingkat pengembalian juga lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana yang lainnya.

Demikian artikel mengenai perbedaan antara saham, obligasi dan reksadana, masing masing memiliki tingkat resiko dan return yang berbeda beda. semoga dapat menjadi sumber referensi anda dalam berinvestasi kedepannya. Bila masih ada pertanyaan dapat ditanyakan di komentar.

Rekomendasi Untuk Anda Perbedaan Obligasi, Saham dan Reksadana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *